Junub adalah dalam kadaan hadats besar yang menyebabkan orang tersebut tidak boleh shalat, memasuki masjid dan membaca Qur'an (walaupun ada sebagian pendapat yang menyatakan orang yang berhadats besar masih boleh menyentuh Qur'an). Hal-hal yang menyebabkan hadats besar (junub) adalah mimpi basah, menstruasi, masturbasi termasuk onani dan tentunya hubungan sexual.
Dalam hal pelaksanaan ibadah puasa, keadaan junub walaupun setelah masuk imsak ataupun waktu subuh tidaklah membatalkan puasa.
Yang membatalkan puasa adalah apabila hal-hal yang menyebabkan junub itu terjadi setelah fajar (kecuali mimpi basah). Misalnya masturbasi atau berhubungan sexual setelah terbit fajar.
Adapun mandi wajib, boleh dilakukan setelah waktu imsak atau setelah adzan subuh berkumandang tanpa mengurangi pahala atau membatalkan puasa. Hal ini berdasarkan berita yang disampaikan oleh istri Rasulullah, Ummu Salamah yang kemudian diriwayatkan imam Muslim:
"Sesungguhnya Rasulullah pernah mendapati waktu subuh dalam keadaan junub bukan karena mimpi (karena hubungan suami istri), namun Beliau tidak membatalkan puasanya ataupun menggantinya".
Jadi, bagi yang dalam keadaan junub dan khawatir akan mengganggu kesehatan apabila mandi di malam hari, maka sebaiknya cukup mandi wajib setelah imsak atau setelah adzan subuh.
Yang dilarang adalah mandi wajib ketika fajar telah usai. Bukan karena dapat membatalkan puasa, namun karena dapat dipastikan orang tersebut meninggalkan shalat subuh.
Sporen van Leven
Kamis, 11 Juli 2013
Dibolehkan Mandi Junub Setelah Imsak
Jumat, 10 Mei 2013
Rajab dan Keistimewaannya
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Diantaranya ada empat bulan haram (suci). Itulah agama yang lurus". -at taubah, 36-
Rajab merupakan bulan ketujuh dalam urutan sistem penanggalan hijriah. Juga termasuk satu dari empat bulan suci yang disebutkan dalam Qur'an dan ditegaskan dalam sabda rasul yang diriwatkan imam Bukhari dan imam Muslim. "Sesungguhnya zaman
berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada 12 bulan, diantaranya ada empat bulan suci. Tiga bulan berurutan adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Muhdar diantara Jumadil tsani dan Sya'ban".
Disebut bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut sangat diharamkan melakukan peperangan dan pertumpahan darah.
"Mereka bertanya tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, berperang pada bulan haram adalah dosa besar...". (Al Maidah, 2).
Selain larangan berperang dan menumpahkan darah, larangan melakukan maksiat juga sangat ditegaskan pada bulan-bulan itu. Meskipun larangan maksiat berlaku untuk setiap waktu, namun pada bulan haram, larangan itu lebih ditegaskan lagi. Karena ditakutkan balasan yang diterima akan datang lebih cepat dan dosa yang diterima akan lebih berlipat ganda.
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah dan melanggar kehormatan bulan-bulan haram...". (Al Maidah, 2)
Kembali kepada keistimewaan Rajab, sebagai bulan yang disucikan, Rajab memiliki banyak keistimewaan baik dari sisi spiritual maupun historical. Saking banyaknya berkah yang bertaburan di bulan Rajab, baginda rasul berdoa kepada Allah mengharapkan berkah Rajab.
"Yaa Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban. Serta pertemukanlah kami pada bulan Ramadhan". (H.R. imam Ahmad)
Keistimewaan lainnya adalah:
1. Berpuasa sehari laksana sebulan penuh.
"Siapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, dia laksana
berpuasa selama sebulan penuh...". (H.R. Thabrani)
2. Ditutupnya 7 pintu neraka.
".... Siapa yang berpuasa 7 hari di bulan Rajab, maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka..". (H.R. Thabrani)
3. Dibukakan 8 pintu surga.
"... Bila berpuasa 8 hari di bulan Rajab, maka dibukakan untuknya 8 pintu surga..". (H.R. Thabrani)
4. Akan dikabulkan segala keinginan.
"... Bila berpuasa 10 hari di bulan Rajab, maka Allah akan mengabulkan segala keinginannya..". (H.R. Thabrani)
5. Diberi minum air yang berasal dari sungai Rajab.
"Sesungguhnya di surga terdapat sebuah sebuah sungai yang bernama sungai Rajab. Airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu. Siapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, dia dikaruniai minum dari sungai itu". (Abu Qasim at Taimi).
Walaupun memiliki sanad hadits yang lemah, namun para perawi sepakat tidak mengategorikan hadits palsu. Hadits yang memiliki sanad lemah tetaplah hadits asli yang bisa dan tetap boleh dijalankan sepanjang bukan untuk menentukan suatu hukum.
Sedangkan dari segi historical, peristiwa yang terjadi di bulan Rajab adalah:1. Isra' mi'rajnya baginda nabi.2. Penaklukan bumi al Quds.Pada 27 Rajab 583 H, Shalahuddin al Ayyubi berhasi membebaskan al Quds (Jerusalem) dari kaum salib tanpa perlawanan dan pertumpahan darah sedikitpun dari kaum salib. Hal ini berbeda jauh ketika sebelumnya kaum salib merebut al Quds pada tahun 1099 M. Saat itu banyak kaum muslimin baik anak-anak maupun orang tua dan wanita-wanita dibantai oleh pasukan salib. Dan era kegelapanpun menyelimuti.3. Runtuhnya kekhalifahan Utsmani yang berpusat di Turki. Seorang penghianat keturunan yahudi bernama Mustafa Kemal berhasil menghancurkan pusat pemerintahan islam dunia, kekhilafahan Utsmani. Sejak itu dan sampai saat ini, pemerintahan Islam yang terbentang dari Spanyol sampai Indonesia terpecah menjadi puluhan negara. Sistem Tuhan pun runtuh.Demikian sekilas tentang Rajab dan keistimewaannya. Semoga bermanfaat :)
Minggu, 05 Mei 2013
Tuhan, inilah proposal hidupku..
Pernah suatu ketika, aku membaca sebuah resensi buku "Tuhan, inilah proposal hidupku". Buku itu ditulis oleh Jamil Azaini. Meskipun aku belum pernah membaca langsung buku itu, judul buku itu begitu menggodaku untuk membuat sebuah rincian 'master plan' ku kepada Yang Mahakuasa.
Muluk-muluk?? Sepertinya tidak. Bukankah Tuhan kita Mahakaya? Bukankan Dia Mahaberkehendak? Kalau meminta saja kita tidak berani -atau mungkin tak percaya-, lalu bagaimana mungkin kita percaya bahwa Dia Mahapemurah?
Proposal Hidup. Aku suka sekali rangkaian dua kata ini. Ini seperti menyerahkan map berisi keinginan kita kepada yang lebih memiliki "daya". Aku pun membuat rincian Proposal Hidupku dengan penuh harap dan berbagai rasa ketika menuliskannya, kemudian menyerahkannya kepada Yang Mahamemiliki Daya. Dan inilah Proposal Hidupku,,,,,,,,,,,,,,,,,
Bi ism Allah, ar-rahmaan, ar-raheem.
Tuhanku yang penuh kasih, yang membesarkanku dan memeliharaku. Tuhanku yang Mahaagung, yang selalu ada di antara bola mata dan kelopak mataku ketika ku terpejam... Jagalah diri ini dari berharap kepada selain diri-Mu.
Aku tahu dunia ini adalah fana. Tapi aku juga tahu dari-Mu bahwa dunia ini adalah ladang tempat menyemai benih-benih akhirat. Maka jadikan aku orang yang sukses di bumi-Mu ini, agar ringan langkahku menjadi manfaat bagi makhluk-Mu yang lain.
Yaa Allah, tanpa bimbingan-Mu, aku tidak akan kuat menjalani kehidupan sebagai yatim piatu. Kau tahu ada amanat yang tidak ringan dari ibuku. Dia ingin aku sukses dalam materi dan membangun keberhasilan papa ku kembali. Agar aku dapat membantu yang lain. Dia ingin aku sukses dalam iman, agar aku tidak tersesat dalam kefanaan dunia dan tetap memelihara cinta-Mu.
Tuhan, bumi-Mu begitu luas bagiku, izinkanlah aku melihat keindahan-keindahan alam-Mu di berbagai belahan-belahan lain bumi ini. Mudahkanlah aku menjemput rizqi-Mu di berbagai belahan bumi ini. Ingin rasanya aku berkeliling bumi ini dan meletakkan jejak-jejak sujudku pada-Mu di berbagai negeri. Mudahkan juga langkahku untuk berkunjung ke rumah-Mu.
Yaa Allah, aku tahu diriku kotor, maka sucikanlah aku. Aku tahu aku kotor, tapi betapapun kotornya diri ini, aku
mengakui bahwa hanya hukum-Mu lah yang benar. Maka jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang bercita-cita hidup dalam naungan sistem-Mu.
Aku juga sadar, bahwa hidup pasti berujung. Maka wafatkan aku dalam senyum, dan dalam keadaan menjaga cinta-Mu.
Itulah sebagian keinginan-keinginanku yaa Tuhan :)
Makhluk-Mu yang manja ini hanya dapat bersandar pada-Mu.
Sabtu, 04 Mei 2013
I'm start here
Ada banyak cerita yang ingin dibagikan, ada banyak kata yang ingin dirangkai, ada banyak makna yang ingin diungkap. Tapi mungkin aku akan memulainya dari sini. Dari sebuah keinginan untuk berbagi tanpa menggurui. Berbagi kisah dan pandangan hidup yang akhirnya akan menjadi Jejak Hidup ku. Juga sebuah keinginan untuk terus belajar dari segala peristiwa yang terjadi. Apapun. Ya, tentang apapun.
Karena detik demi detik yang telah berlalu tidak mungkin akan dapat kita putar kembali, inilah juga alasanku untuk berbagi Jejak Hidup. Agar aku dapat selalu ingat dan bersyukur bahwa betapa ajaibnya jalan hidupku. Batapa bahagianya aku, bahwa ternyata aku tak pernah sendiri. Bahwa ternyata Dia selalu menenamiku.