Minggu, 05 Mei 2013

Tuhan, inilah proposal hidupku..

Pernah suatu ketika, aku membaca sebuah resensi buku "Tuhan, inilah proposal hidupku". Buku itu ditulis oleh Jamil Azaini. Meskipun aku belum pernah membaca langsung buku itu, judul buku itu begitu menggodaku untuk membuat sebuah rincian 'master plan' ku kepada Yang Mahakuasa.

Muluk-muluk?? Sepertinya tidak. Bukankah Tuhan kita Mahakaya? Bukankan Dia Mahaberkehendak? Kalau meminta saja kita tidak berani -atau mungkin tak percaya-, lalu bagaimana mungkin kita percaya bahwa Dia Mahapemurah?
   
Proposal Hidup. Aku suka sekali rangkaian dua kata ini. Ini seperti menyerahkan map berisi keinginan kita kepada yang lebih memiliki "daya". Aku pun membuat rincian Proposal Hidupku dengan penuh harap dan berbagai rasa ketika menuliskannya, kemudian menyerahkannya kepada Yang Mahamemiliki Daya. Dan inilah Proposal Hidupku,,,,,,,,,,,,,,,,,
 

Bi ism Allah, ar-rahmaan, ar-raheem.
   
Tuhanku yang penuh kasih, yang membesarkanku dan memeliharaku. Tuhanku yang Mahaagung, yang selalu ada di antara bola mata dan kelopak mataku ketika ku terpejam... Jagalah diri ini dari berharap kepada selain diri-Mu. 
   
Aku tahu dunia ini adalah fana. Tapi aku juga tahu dari-Mu bahwa dunia ini adalah ladang tempat menyemai benih-benih akhirat. Maka jadikan aku orang yang sukses di bumi-Mu ini, agar ringan langkahku menjadi manfaat bagi makhluk-Mu yang lain.
   
Yaa Allah, tanpa bimbingan-Mu, aku tidak akan kuat menjalani kehidupan sebagai yatim piatu. Kau tahu ada amanat yang tidak ringan dari ibuku. Dia ingin aku sukses dalam materi dan membangun keberhasilan papa ku kembali. Agar aku dapat membantu yang lain. Dia ingin aku sukses dalam iman, agar aku tidak tersesat dalam kefanaan dunia dan tetap memelihara cinta-Mu.
   
Tuhan, bumi-Mu begitu luas bagiku, izinkanlah aku melihat keindahan-keindahan alam-Mu di berbagai belahan-belahan lain bumi ini. Mudahkanlah aku menjemput rizqi-Mu di berbagai belahan bumi ini. Ingin rasanya aku berkeliling bumi ini dan meletakkan jejak-jejak sujudku pada-Mu di berbagai negeri. Mudahkan juga langkahku untuk berkunjung ke rumah-Mu.
   
Yaa Allah, aku tahu diriku kotor, maka sucikanlah aku. Aku tahu aku kotor, tapi betapapun kotornya diri ini, aku
mengakui bahwa hanya hukum-Mu lah yang benar. Maka jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang bercita-cita hidup dalam naungan sistem-Mu.
   
Aku juga sadar, bahwa hidup pasti berujung. Maka wafatkan aku dalam senyum, dan dalam keadaan menjaga cinta-Mu.
   
Itulah sebagian keinginan-keinginanku yaa Tuhan :)
   
Makhluk-Mu yang manja ini hanya dapat bersandar pada-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar